Senin, 01 September 2025

PMLT (Penanganan Mamalia Laut Terdampar)

 PMLT (Penanganan Mamalia Laut Terdampar)

A. MAMALIA LAUT

Mamalia laut merupakan sekelompok hewan yang hidup di lingkungan laut, tetapi tetap menunjukkan ciri khas mamalia, seperti menyusui anak dan bernapas menggunakan paru-paru. Mamalia laut terdiri dari tiga kelompok utama yaitu: Cetacea (paus, lumba- lumba, dan pesut), Sirenia (dugong dan manatee), serta Pinnipedia (anjing laut, singa laut, dan walrus).

- Cetacea: Paus dan Lumba-Lumba

Cetacea merupakan salah satu kelompok mamalia laut yang paling dikenal luas. Kelompok ini meliputi hewan seperti paus, lumba-lumba, dan pesut. Ciri khas mereka adalah bentuk tubuh yang ramping dan aerodinamis, yang memungkinkan mereka berenang dengan efisien di perairan. Cetacea terbagi menjadi dua subkelompok utama, yaitu Mysticeti (paus balin) dan Odontoceti (paus bergigi).

- Putri Duyung: Dugong dan Manatee

Sirenia, atau mamalia laut yang bersifat herbivora, mencakup spesies seperti dugong dan manatee. Mereka kerap dijuluki "sapi laut" karena pola makan mereka yang terdiri dari tumbuhan laut dan rumput laut. Tubuh sirenia umumnya besar dan bulat, dilengkapi dengan sirip depan yang pendek serta ekor yang lebar dan datar. Mamalia ini biasanya hidup di perairan dangkal dekat pesisir atau muara sungai, tempat makanan utama mereka mudah ditemukan.

- Pinnipedia: Anjing Laut, Singa Laut, dan Walrus

Pinnipedia merupakan kelompok mamalia laut yang mencakup anjing laut, singa laut, dan walrus. Hewan-hewan ini dikenal sebagai perenang yang sangat mahir dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air. Namun,mereka tetap membutuhkan daratan untuk melakukan aktivitas penting seperti beristirahat, berkembang biak, dan melahirkan anak.


B. PERAN MAMALIA LAUT DALAM EKOSISTEM

Mamalia laut memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas ekosistem laut. Sebagai predator puncak, mereka berkontribusi dalam mengendalikan jumlah populasi mangsanya, seperti ikan dan krustasea. Tanpa kehadiran mereka, keseimbangan ekosistem dapat terganggu, yang bisa memicu lonjakan populasi spesies tertentu atau kelangkaan spesies lainnya.

Mamalia laut juga berperan penting dalam siklus nutrisi di laut. Sebagai contoh, kotoran paus mengandung nutrisi penting seperti nitrogen dan zat besi, yang mendukung pertumbuhan fitoplankton. Fitoplankton sendiri merupakan bagian dasar dari rantai makanan laut dan berfungsi menyerap karbon dioksida dari atmosfer, sehingga keberadaan mamalia laut turut membantu menjaga keseimbangan iklim global.


C. PENGERTIAN PENANGANAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR

Mamalia laut terdampar merupakan mamalia yang ditemukan di pantai atau perairan dangkal, baik hidup maupun mati, dalam kondisi apapun (termasuk terlilit jaring)yang berada dalam kondisi tidak berdaya maupun tidak mampu kembali ke habitat alaminya dengan usaha sendiri. Mamalia laut yang terdampar di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak, khususnya pemerhati lingkungan (Husna dan Kusumawati, 2022). Penanganan Mamalia Laut Terdampar (PMLT) merupakan proses intervensi darurat terhadap mamalia laut seperti paus, lumba-lumba, atau dugong yang terdampar di pesisir atau laut dangkal, baik dalam keadaan hidup maupun mati.

Tujuannya mencakup:

1. Menyelamatkan individu yang masih hidup

2. Identifikasi penyebab keterdamparan

3. Pengumpulan data ilmiah (seperti nekropsi dan sampel biologis)

4. Penanganan bangkai secara aman dan sesuai protokol lingkungan


D. PENYEBAB KEJADIAN TERDAMPAR

Definisi terdampar adalah kondisi di mana mamalia laut tidak mampu kembali ke habitatnya secara mandiri. Misalnya, ketika berada di perairan dangkal atau terdampar di darat. Adapun penyebab kejadian terdampar sangat beragam, mulai dari terjebak di air urut, penyakit, predator seperti cookiecutter shark, kebisingan, aktivitas perikanan, tertabrak kapal, gempa dasar laut, blooming alga, badai matahari, cuaca ekstrem, sampai pencemaran laut.


E. JENIS KETERDAMPARAN

Dalam konteks ilmiah dan lapangan, terdapat beberapa klasifikasi:



F. Langkah-langkah PMLT:

1. Penanganan Mamalia Terdampar Hidup
- Dekati dengan hati-hati, hindari menyentuh mulut maupun ekor.
- Pastikan lubang napas (blowhole) dan sirip punggung tetap terbuka dan terlindungi
dari pasir atau benda asing.
- Lindungi kelembapan tubuh: gunakan siraman air laut lembut, tapi jangan
mengalirkannya ke lubang napas langsung.
- Jaga agar tidak terjadi stres dari kerumunan lakukan pengendalian massa (crowd
control).
2. Penanganan Mamalia Terdampar Mati
- Dokumentasi kondisi awal (lokasi, kondisi tubuh, luka, dan lainnya)
- Evakuasi ke fasilitas (misalnya cold storage) dan tunggu izin atau prosedur
nekropsi dari lembaga seperti KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), DKP
(Dinas Kelautan dan Perikanan), atau otoritas terkait.
- Pilihan pengelolaan bangkai: penguburan, pembakaran, atau penenggelaman sesuai
prosedur dan regulasi lingkungan

G. PENANGANAN BERDASARKAN KODE
Penanganan mamalia laut terdampar terbagi menjadi lima kode:
1. Mamalia laut yang masih hidup dan memerlukan evakuasi
2. Mamalia laut yang mati segar, yang memungkinkan untuk nekropsi
3. Tubuh mamalia mulai membusuk, tetapi masih bisa dikenali dan dilakukan
nekropsi pada sebagian tubuhnya.
4. Kondisi bangkai mamalia yang telah membusuk berat, hanya bisa mendapatkan
dokumentasi dari bagian luar
5. Tubuh mamalia hanya tersisa kerangka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENANGANAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR 2025 “Tangan Kita, Harapan Mereka: Bersama Selamatkan Penjaga Laut” Pada hari Minggu, 28 September 2025 UK...