Coral Watch
“Lestarikan Karang Investasi Masa Depan”
Pada hari Sabtu malam, 11 Mei 2024 UKM-KOFAKAHA diberikan pengarahan serta pemberian materi mengenai terumbu karang dan mekanisme pengambilan data terumbu karan oleh pemateri yakni anggota luar biasa (ALB) UKM-KOFAKAHA yaitu abangda Fakhri Alviandi, S. KH yang merupakan diva 21. Lalu pada hari Minggu, 12 Mei 2024 UKM- KOFAKAHA telah melaksanakan kegiatan coral watch di Pantai Inong Balee yang terletak di desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Dimana untuk mencapai Lokasi, kurang lebih menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam dari Banda Aceh. Perjalanan untuk mencapai Pantai Inong Balee melewati jalanan tepi pantai, serta melewati perkampungan dan perbukitan. Jalan menuju lokasi, dari jalan raya hingga mencapai pesisir pantai masih tergolong terjal seperti bebatuan dan tanah liat. Setibanya di lokasi, anggota UKM-KOFAKAHA diberikan materi serta pengarahan lanjutan oleh pemateri yakni anggota luar biasa (ALB) UKM-KOFAKAHA yaitu abangda Farhan Giffary, S. KH. yang merupakan anggota Diva 21. Kegiatan coral watch ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya yang dihadiri oleh anggota aktif dan anggota muda UKM-KOFAKAHA.
Coral Watch merupakan kegiatan dimana anggota UKM-KOFAKAHA akan mengambil data tentang Kesehatan terumbu karang. Terumbu karang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang (invetebrate) yang masuk ke dalam class antozoa. Terumbu karang terdiri dari individu berukuran kecil yang disebut polip yang terbentuk dari endapan CaCO₃ dan bersimbiosis dengan Zooxanthellae. Zooxanthellae merupakan alga bersel satu yang hidup di dalam jaringan terumbu karang. Alga (zooplankton) ini sebagai pemberi nutrisi atau warna pada terumbu karang. Manfaat terumbu karang yakni menyerap CO2, Penghasil O2 terbesar di dunia, wisata bawah laut, tempat tinggal ekosistem laut, pencegahan gelombang besar, bahan obat-obatan (antibakteri, antikanker, antivirus), sumber ekonomi, dan lain sebagainya.
Terumbu karang terdiri dari 4 jenis, yaitu boulder, plate, braching, dan soft. Blouder merupakan terumbu karang yang paling kuat dan bersifat individu. Plate merupakan terumbu karang yang berbentuk seperti piring berlapis-lapis (foliosa). Braching merupakan terumbu karang yang memiliki bentuk bercabang seperti ranting. Soft merupakan terumbu karang yang paling rapuh.
Terumbu karang yang sehat yakni terumbu karang yang berwarna paling gelap. Warna terumbu karang yang tidak dapat diidentifikasi yaitu warna putih karena terumbu karang sudah mengalami kematian (bleaching), serta warna lain seperti biru, merah, dan ungu yang tidak dapat ditentukan kematiannya karena tidak berubah warna.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputihan (bleaching) pada terumbu karang:
- Suhu: Suhu minimal untuk terumbu karang bertahan hidup yaitu 18 °C, sedangkan suhu maksimal yakni 36-40 °C, dengan suhu optimal yakni 23-25 °C atau 21-29 °C.
- Cahaya: Zooxanthellae hidup membutuhkan cahaya.
- pH: Terumbu Karang dapat hidup pada pH 7-8,5.
- Salinitas: Tingkat garam di laut dapat mempengaruhi hidup terumbu karang, dengan kisaran 35-40 PPT (part per thousand).
- Arus Laut: Jika arus terlalu kuat, terumbu karang akan pecah.
- Bioeresi: Kerusakan terumbu karang dapat diakibatkan faktor biologis, contohnya seperti ikan kakap tua yang menggrogoti terumbu karang atau bulu babi yang hidup di antara terumbu karang.
Dalam pemeriksaan terumbu karang, alat yang dibutuhkan yakni pelampung, snorkel, mask, fins, CHC (Coral Health Chart), indikator suhu, indikator warna, pensil, dan penghapus. Terdapat 3 teknik pengambilan data yang dapat dilakukan, yaitu walking yang dilakukan saat air laut sedang surut, dengan cara berjalan menyusuri dasar laut, snorkling yang dilakukan di kedalaman dibawah 5 meter, dan diving yang dilakukan di kedalaman diatas 5 meter. Sedangkan pengambilan sampel juga dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara random (acak), transect survey (secara garis lurus), dan permanen (rutin).
#DIvisi Satwa Aquatik Liar (SAL)
#SalamKofa
#SalamLEstari


Tidak ada komentar:
Posting Komentar