Coral Watch
“Colour is life, Coral is hope”
Pada tanggal 26-27 April 2025, UKM-KOFAKAHA melaksanakan kegiatan Coral Watch, dimana pada tahun ini UKM-KOFAKAHA berkerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan USK, dalam rangka memperingati Hari Veteriner Sedunia. Coral Watch ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun dengan dihadiri oleh anggota aktif dan anggota muda UKM-KOFAKAHA. Pada tanggal 26 April 2025, anggota UKM-KOFAKAHA diberikan materi serta pengarahan mengenai terumbu karang, mekanisme pengambilan data dan cara memakai alat snorkeling dengan benar oleh pemateri yakni Anggota Luar Biasa (ALB) UKM-KOFAKAHA, ananda Dianita Oktariani, S.K.H. yang merupakan diva 21. Lalu pada keesokan harinya, pada tanggal 27 April 2025 UKM-KOFAKAHA melaksanakan praktik langsung pada kegiatan Coral Watch di Pantai Inong Balee yang terletak di Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Untuk mencapai lokasi kurang lebih menempuh waktu sekitar 1 jam 15 menit dari Kota Banda Aceh. Perjalanan untuk mencapai pantai Inong Balee melewati jalanan tepi pantai, perbukitan dan perkampungan. Jalan menuju pesisir pantai Inong Balee tergolong terjal dan banyak bebatuan. Setibanya di lokasi, anggota UKM- KOFAKAHA diberikan materi serta pengarahan lanjutan oleh pemateri yakni ananda Putri Zara Prabuni yang merupakan anggota aktif UKM-KOFAKAHA diva 23.
Coral Watch merupakan kegiatan dimana anggota UKM-KOFAKAHA akan mengambil data tentang kesehatan terumbu karang. Terumbu karang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau polip terbentuk dari endapan calcium carbonate (CaCO3) dan bersimbiosis dengan Zooxanthellae. Zooxanthellae merupakan alga bersel yang hidup didalam terumbu karang yang berfungsi sebagai pemberi nutrisi dan memberikan warna pada terumbu karang. Manfaat terumbu karang yakni menyerap CO2 dan penghasil O2, wisata bawah laut, tempat tinggal ekosistem laut, bahan obat-obatan, dan pencegah gelombang laut.
Jenis terumbu karang ada 4 yaitu, boulder, plate, braching dan soft. Boulder berbentuk bulat dan merupakan terumbu karang paling kuat. Plate merupakan terumbu karang memiliki bentuk seperti piring dan tipis atau berlapis-lapis. Braching yakni terumbu karang yang memiliki bentuk bercabang seperti ranting. Dan yang terakhir soft yang merupakan terumbu karang paling rapuh dan lembut.
Terumbu karang yang sehat, bisa dilihat dari warnanya, semakin pekat warna terumbu karang maka semakin banyak Zooxanthellae yang menandakan terumbu karang itu sehat, sebaliknya semakin cerah atau pudar warna terumbu karang, maka semakin tinggi tingkat stres dari terumbu karang tersebut. Pudarnya warna terumbu karang atau yang disebut dengan coral bleaching merupakan kondisi stres parah yang dapat berujung pada kematian dan terumbukarang kehilangan warna. Hal ini terjadi karena ketika terumbu karang stres, terumbu karang akan mengeluarkan/melepaskan Zooxanthellae yang melekat pada tubuhnya, sehingga terumbu karang akan kehilangan warna dan juga sumber nutrisi utama bagi tubuhnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputihan (bleaching) pada terumbu karang:
1. Suhu: Suhu yang naik menyebabkan terumbu karang stress. Suhu minimal untuk terumbu karang bertahan hidup yaitu 18 °C, sedangkan suhu maksimal yakni 36-40 °C, dengan suhu optimal yakni 23-25 °C atau 21-29 °C.
2. Cahaya: Tidak terlalu baik bagi terumbu karang jika terkana matahari langsung.
3. pH: Terumbu Karang dapat hidup pada pH 7,5-8,4 normal
4. Salinitas: Tingkat garam di laut dapat mempengaruhi hidup terumbu karang, dengan kisaran 35-40 PPT (part per thousand).
5. Arus Laut: Jika arus terlalu kuat, terumbu karang akan pecah.
6. Bioeresi: Kerusakan terumbu karang dapat diakibatkan faktor biologis, contohnya seperti ikan kakap tua yang menggrogoti terumbu karang atau bulu babi yang hidup di antara terumbu karang.
Dalam pemeriksaan terumbu karang, alat yang dibutuhkan yakni pelampung, snorkel, mask, fins, CHC (Coral Health Chart), indikator suhu, indikator warna, pensil, dan penghapus. Terdapat 3 teknik pengambilan data yang dapat dilakukan, yaitu walking yang dilakukan saat air laut sedang surut, dengan cara berjalan menyusuri dasar laut, snorkling yang dilakukan di kedalaman 2-3 meter, dan diving yang dilakukan di kedalaman diatas 5 meter. Sedangkan pengambilan sampel juga dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara random (acak), transect survey (secara garis lurus), dan permanent (rutin). Pada saat pengambilan data pada terumbu karang, data karang diambil dengan mencocokkan indikator warna pada bagian tengah karang dan ambil warna yang paling pekat dan pucat. Terumbu karang yang berada di ujung merupakan terumbu karang yang baru tumbuh sehingga kurang efisien bila diambil data tersebut.

